Bahasa Baku Dan Non Baku
11. Pengertian Bahasa
Baku
Kenyataan menunjukan
bahwa masih banyak orang yang menyamakan pengertian bahsa bakudengan bahsa yang
baik dan benar. Bahasa yang dipergunakan dalam situasi tidak resmi pun dianggap
sebagai bahsa baku. Makna baku sendiri tanpaknya tidak dipahami secara benar,
apalagi makna bahasa baku.
Jadi, bahsa baku ialah
bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, belum cukup memahami
konsep yang sesungguhnya. Istilah bahsa baku dalam bahsa Indonesia atau standard
language dalam bahasa Inggris dalam dunia ilmu bahasa atau linguistic
pertama sekali diperkenalkan oleh Vilem Mathesius pada tahun 1926. Ia termasuk
pencetus Aliran Praha atau The Prague School. Pada 1930, Havranek dan Vilem
Mathesius merumuskan pengertian bahasa baku itu. Mereka berpengertian bahwa
bahasa baku sebagai bentuk bahasa yang telah dikodifikasi, diterima dan
difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat luas (Garvin,1967 dalam
Purba,1996:52).
Di dalam Dictionary
Languange and Linguistics, Hartman dan Strok berpengertian bahwa
bahasa baku adalah ragam bahsa yang secara social lebih digandrungi dan sering
didasarkan bahasa orang-orang yang bverpendidikan di dalam atau disekitar pusat
kebudayaan atau suatu masyarakat bahasa (1971 : 218) .
Di dalam bahasa dan
saatra Gamita pendidikan, Yus Rusyana berpengertian bahwa bahasa baku atau
bahasa sandar adalah suatu bahasa yang dikodifikasikan, diterima, dan jadikan
model oleh masyarakat bahasa yang lebih luas (1984 : 104).
Di dalam Sosiolongiustics
A Critical Survey Of Theory and Aplication, Dittmar berpengertian
bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa dari suatu masyarakat bahasa yang
disahkan sebagai norma keharusan bagi pergaulan social atas dasar kepentingandari
pihak-pihak dominan di dalam masyarakat itu.
Di dalam Logman
Dictionary Of Applied Linguistics, Richard, Jhon, dan Heidi
berpengertian bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang berstatus tinggi di
dalam suatu masyarakat atau bangsa dan biasa didasarkan penutur asli yang berpendidikan
didslsm berbicara dan mmenulis.
Di dalam Bahasa
dan Sastra dalam Gamitman Pendidikan, Yus Rusyana berpengertian bahwa
bahasa baku atau bahasa standar adalah suatu bahasa yang dikodifikasikan,
diterima, dan dijadikan model oleh masyarakat bahasa yang lebih luas.
Di dalam Tata
Bahasa Rajukan Bahasa Indonesia Untuk Tingkat Pendidikan Menengah, Groys
Keraf berpengertian bahwa bahasa baku adalah bentuk bahasa yang ynag telah
dikodifikasikan atau ditetapkan , dterima atau difungsikan sebagai model oleh
masyarakat secara luas.
istilah kodifikasi adalah
terjemahan dari “codification” bahasa Inggris. Kodifikasi
diartikan sebagai hal memberlakukan suatu kode atau aturan unttuk dijadikan
norma didalam berbahasa.
22. Pengertian
Bahasa Nonbaku
Istilah bahasa nonbaku
ini terjemahan dari “non standard languange”. Istilah bahasa non
standar ini sering disinonimkan dengan istilah “ragam subbaku”, “bahasa
nonstandard”, ragam takbaku”, “bahasa tidak baku”, dan “ragam nonstandard”.
Richards, Jhon dan
Heidi berpengertian bahwa bahasa nonstandard adalah bahasa
yang digunakan dalam berbicara dan menulis yang berbeda pelafalan, tataa
bahasa, dan kosakata dari bahasa baku dari suatu bahasa.
Crystal berpengertian
bahwa bahasa nonbaku adalah bentuk-bentuk bahasa yang tidak memenuhi norma
baku, yang dikelompokkan sebagai nonbaku.
Suharianto
berpengertian bahwa bahasa nonstandard atau bahasa tidak baku adalah salah satu
variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu
dalam pemakaian bahasa tidak resmi.
Alwasilah
berpengertian bahwa bahasa tidak baku adalah bentuk bahsa yang biasa memakai
kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan, dan pengucapan yang tdak
biasa dipakai oleh mereka yang tidak berpendidikan.
Berdasarkan beberapa
pengertian diatas, jelas bahasa nonstandard adalah ragam bahasa yang berkode
bahasa yang berbeda dengan kode bahasa baku, dan dipergunakan dilingkungan
tidak resmi.
33. Tumbuhnya
Bahasa Indonesia Baku
Ketika bahasa Indonsia
diterima dan dirsmikan sbagai bahasa persatuan dan bahasa .
negara Republik Indonesia tidak ada yang meramalkan bahwa akan tumbuh
keanekaragaman dalam bahasa itu. Demikian juga, tidak ada yang memikirkan bahwa
Indonesia itu akan mempunyai dialek dan ragam bahasa. Tidak ada yang menyangka
kecuali beberapa pakar yang memiliki alas an sosiolinguistik bahwa bahasa
Indonesia seragam hanyalah semboyan kosong. Suatu kenyataan yang wajar
bahwa dalam pertumbuhan bahasa Indonesia mempunyai variasi-variasi bahasa
seperti halnya bahasa manusia lainya di dunia ini. Variasi – variasi yang ada
dalam bahasa Indonsia karena kehidupan pemakaianya semakin lama semakin
kompleks.
Keanekaragaman bahasa
Indonesia itu tumbuh secara wajar sebab telah terjadi diversifikasi fungsi.
Bila semula bahasa Imdonesia hanya berfungsi terbatas, maka kemudian fungsi itu
semakin banyak dan semakin ruwet. Tetapi, karena bahasa Indonesia harus tetap
menjadi alat komunikasi yang efisien, maka timbullah proses lain yang disebut
proses sentripetal berupa penataan secara alamiah berbagai dialek atau ragam
bahasa itu sesuai dngan fungsinya yang baru.
44. Fungsi
Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia baku
mempunyai 4 fungsi,yaitu :
1) Pemersatu
Bahasa Indonesia baku memprsatukan atau
menghubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu.
2) Penanda
kepribadian
Bahasa Indonesia baku merupakan ciri
khas yang membedakanya dengan bahasa-bahsasa lainnya. Bahasa Indonesia baku
memperkuat kepribadian nasional masyarakat bahasa Indonesia baku.
3) Penambah
wibawa
-Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan
uasaha mencapai kesederajatan denganperadaban lain yang dikagumi melalui
pemerolehan bahasa baku.
4) Kerangka
acuan
Norma atau kaidah bahasa Indonesia itu
menjadi tolak ukur pemakaian bahasa Indonesia baku secara benar.
55. Konteks
Pemakaian Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia baku
dipakai dalam beberapa konteks. Pertama , dalam komunikasi resmi, yaitu dalam
surat menyurat resmi atau dinas, pengumuman – pengumuman yang dikeluarkan oleh
instansi resmi, perundang-undangan, penamaan dan peristilahan resmi. Kedua ,
dalam wacana teknis, yaitu dalam laporan resmi dan karangan ilmiah berupa
makalah,skripsi,tesis,disertasi, dan laporan hasil penelitian. Ketiga , dalam
pembicaraan didepan umum, yaitu khotbah,ceramah dan kuliah. Kempat, dalam
pembicaran dengan orang yang dihornati, yaitu atasan dengan bawahan dikantor.
6
66. Ciri-Ciri
Bahasa Indonesia
Ciri-ciri Bahasa
indonesi Baku dab Bahasa indonsia Nonbaku telah dibuat olh pakar bahasa dan
pngajaran bahasa Indonesia.merka itu antara lain Harimurti Kridaklasana, Anton
M. Moeleiono, dan suwito.Ciri-ciri bahasa indonsia nonbaku iti di brikan
dibawah ini setelah merangkum ciri-ciri yang di tentukan atau yang tlah dibuat
oleh para pakar tersebut.
Ciri-ciri bahasa Bahasa indonsia Baku sbagai berikut .
(1) Pelafalan
sebagai bagian fonologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang relative
bebas dari atau sedikit di warnai bahasa daerah atau dialek.
Misalnya :
Kata/keterampilan/diucapkan/keterampilan/.
(2) Bentuk
kata yang berawalan me- dan ber- dan lain-lain sebagi bagian morfologi Bahasa
Indonesia baku ditulis atau ucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya: Banjir menyerang kampong yang
banyak penduduknya itu.Kuliah sudah berjalan dengan baik.
(3) Konjungsi
sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap
di dalam kalimat.
Misalnya : Sampai dengan hari ini ia
tidak percaya kepada siapapun, karena semuanya dianggapnya penipu.
(4) Partikel
–kah, -lah dan –pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dan ditulis
secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya : Bacalah buku itu sampai
selasai!
(5) Kata
atau kata depan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dan ditulis
secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya : Saya bertemu dengan adiknya
kemarin.
(6) Bentuk
kata ulang atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dan
ditulis secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam
kalimat.
Misalnya : Orang-orang itu mesti diawasi
setiap saat.
(7) Kata
ganti atau polaritas tutur sapa sebagai bahagian morfologi bahasa Indonesia
baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya : Saya-anda bisa bekerja sama
di dalam pekerjaan ini.
(8) Pola
kelompok kata kerja + agen +kata kerja sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia
baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya : Surat anda sudah say abaca.
(9) Konstruksi
atau bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau
diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya : saudaranya
Dikomentari.
(10) Fungsi
gramatikal (subyek, predikat, objek) sebagai bahagian morfologi bahasa
Indonesia baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya : kepala kantor pergi keluar
negeri.
(11) Struktur
kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas dan
tetap sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat.
Misalnya : mereka sedang mengikuti
perkuliahan metrology industry.
(12) Kosakata
sebagai bahagian semantic bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara
jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya :mengapa,tetapi,dan lain-lain.
(13) Ejaan
resmi sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik
kata, kalimat, maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia
Yang Disempurnakan.
(14) Peristilahan
baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan pedoman
peristilahan penulisan istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui pusat
pembinaan dan pengembangan bahasa.
77. Pemakaian
bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku dengan Baik dan Benar
Kita sering mendengar
dan membaca semboyan “ Pergunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan
benar”. Makna semboyan itu sering pula diartikan bahwa kita harus
berbahasa baku atau kita harus menghindarkan pemakaian nonbaku.
Pemakaian bahasa
Indonesia baku dengan baik dan benar adalah pemakaian bahas yang sesuai dengan
fungsi dan ciri kode bahasa Indonesia baku. Pemakaian bahasa Indonesia nonbaku
dengan baik dan benar adalah pemakaian bahasa yang sesuai dengan
fungsi pemakaian dan ciri bahasa Indonesia non baku.
Harimurti
Kridaklaksana memperjelas bahwa adanya bahasa baku standard dan bahasa nonbaku
bukan berarti bahwa bahasa baku atau bahasa standar lebih baik, lebih benar,
atau lebih betul daripada bahasa nonbaku. Tetapi , kita memakai bahasa secara
benar dan baik bila kita menggunakan bahasa baku dan nonbaku sesuai dengan
fungsinya.
Daftar Pustaka :
http://creative71ss.blogspot.co.id/2014/10/bahasa-indonesia-baku-dan-nonbaku.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar