Jumat, 24 Februari 2017

APAKAH HEWAN MMILIKI BAHASA?


Pernah menyaksikan film Dr. Dollitle, King Kong, Garfield atau film sejenisnya dimana menceritakan manusia yang bisa berkomunikasi dengan hewan dengan berbahasa ataupun hewan yang bisa bicara bahasa manusia? Imaninasi manusia memang bisa mengalahkan realita. Kita bisa berandai-andai bahwa hal tersebut bisa saja terjadi. Tapi benarkah manusia bisa berkomunikasi dengan hewan? Silahkan perhatikan perbedaan berikut:

Komunikasi   : Proses menyampaikan informasi

Bahasa          : Sebuah sistem gramatikal, ujaran, dan tulisan

Bicara             : Bentuk ujaran dari sebuah bahasa

Berkomunikasi dengan manusia maupun hewan bisa menggunakan cara apapun selain berbahasa, seperti lewat ekspresi, tanda, atau gerakan tubuh. Kita bisa memahami maksud-maksud tertentu dari yang disampaikan orang lain. Namun bahasa yang kita gunakan sehari-hari memiliki aturan tata bahasa yang bisa disimpan di dalam ingatan kita. Kumpulan huruf menjadi kata, kumpulan kata menjadi kalimat yang bisa dimengerti hingga yang paling rumit. Pelafalan dan penulisannya pun ada caranya masing-masing.

Hewan bisa berbicara seperti manusia?


Apakah makhluk selain manusia memiliki sistem seperti ini untuk berinteraksi satu sama lain? Beberapa penelitian coba dilakukan untuk menguak misteri ini. Para peneliti pernah mencoba melatih simpanse untuk dapat berbicara dengan manusia selama kurang lebih 7 tahun, namun hasilnya nihil. Padahal hasil penelitian menunjukkan, simpanse bisa mengeluarkan puluhan suara (fonem) yang berbeda (hampir setara dengan fonem Bahasa Inggris yang berjumlah 44). Namun simpanse tidak bisa menggabungkan fonem-fonem tersebut menjadi sebuah kesatuan yang bisa disebut kata ataupun kalimat.

Seekor burung nuri bernama Alex juga sempat menghebohkan dunia karena kecerdasannya dalam mengujarkan kata-kata dalam bahasa Inggris. Alex juga mahir menyebutkan angka, warna dan nama-nama benda yang dilihatnya. Sayangnya burung cerdas ini menghembuskan nafas terakhirnya tahun 2007 silam. Alex juga tidak bisa membuktikan bahwa dia bisa berbahasa karena burung nuri hanya menghafal dan mengikuti apa yang dicontohkan dan diajarkan manusia. Masih ada contoh lain juga seperti gajah yang bisa berbahasa korea, dll.


Kedua contoh diatas menggambarkan bahwa hewan memang tidak memiliki sistem bahasa yang rumit dan memiiki aturan tertentu seperti manusia dalam berkomunikasi. Padahal, jika dilihat dari organ vokal yang dimiliki hewan tidaklah berbeda dengan manusia. Oleh karena itu ada          beberapa hewan yang bisa dilatih menirukan bahasa-bahasa tertentu karena organ vokalnya memungkinkan untuk meniru ujaran manusia.


Apa penyebabnya?

Dalam ranah Psikolinguistik (perkawinan ilmu antara Psikologi dan Linguistik), kita dapat mempelajari hubungan bahasa dengan pikiran. Psikolinguistik menelisik lebih dalam bagaimana otak bekerja ketika kita memproses bahasa (mendengar, menulis, berbicara) baik manusia maupun hewan


DAFTAR PUSTAKA
http://www.kompasiana.com

FUNGSI DAN RAGAM BAHASA

Fungsi dan Ragam Bahasa

Hakikat dan fungsi bahasa Indonesia

Bahasa adalah sarana komunikasi mencakup aspek bunyi dan makna.
Sifat – sifat bahasa :
a)       Sistematik karena bahasa memiliki pola dan kaidah yang harus ditaati agar dapat dipahami oleh pemakainya
b)       Mana suka karena unsur-unsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar
c)       Ujar , karena bentuk dasar bahasa
d)       Manusiawi, karena dimanfaatkan manusia.

Fungsi bahasa :
a)       Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal-balik antar anggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat.
b)       Fungsi ekspresi diri, yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan,emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembaca.
c)       Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika masyarakatnya.
d)       Fungsi kontrol sosial. Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi :
a)       Fungsi instrumental, yakni bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
b)       Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain
c)       Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
d)       Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
e)       Fungsi heuristik, yakni bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
f)        Fungsi imajinatif, yakni bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
g)       Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan  informasi


Fungsi bahasa Indonesia :
a)       Bahasa resmi kenegaraan
b)       Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c)       Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan   pelaksanaan pembangunan nasional serta  kepentingan pemerintah
d)       Alat pengembangan kebudayaan

Fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa baku :
a)       Fungsi Pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
b)       Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
c)       Fungsi penambah kewibawaan, penggunaan bahasa baku akan menambah kewibawaan atau prestise.
d)       Fungsi sebagai kerangka acuan, mengandung maksud bahwa bahasa baku merupakan kerangka acuan pemakaian bahasa

Ragam Bahasa Indonesia
Manusia adalah makhluk social yang saling berinteraksi dalam masyarakat menggunakan bahasa, dan dalam masyarakat tersebut terdapat bermacam – macam bahasa yang disebutRagam Bahasa. Indonesia merupakan Negara  yang terdiri atas beribu-ribu pulau, yang dihuni
oleh ratusan suku bangsa dengan pola kebudayaan sendiri-sendiri, pasti melahirkan berbagai ragam bahasa yang bermacam-macam dan ini disebut Ragam Bahasa Indonesia.

Ragam bahasa menurut sudut pandang penutur :

  • Ragam daerah
  • Ragam pendidikan
  • Ragam bahasa menurut sikap penutur
  • Ragam dari sudut pandangan bidang atau pokok persoalan
  • Ragam menurut sarananya :
  • Ragam yang mengalami gangguan pencampuran
  • Kemantapan dinamis, memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes.
  • Kecendekiaan, sanggup mengungkap proses pemikiran yang rumit diberbagai ilmu dan tekhnologi
  • Keseragaman kaidah adalah keseragaman aturan atau norma
  • Komunikasi resmi, yakni surat-menyurat resmi, pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, penamaan dan peristilahan resmi, perundang-undangan, dan sebagainya.
  • Wacana teknis, yakni dalam laporan resmi dan karangan ilmiah.
  • Pembicaraan di depan umum yakni dalam ceramah, kuliah, khotbah
  • Pembicaraan dengan orang yang dihormati yakni orang yang lebih tua, lebih tinggi status sosialnya dan orang yang baru dikenal.
  • Pemakaian awalan me- dan ber- (bila ada) secara eksplisit dan konsisten.
  • Pemakaian fungsi gramatikal (subyek, predikat, dan sebagainya secara konsisten)
  • Pemakaian konstruksi sintesis (lawan analitis).
  • Pemakaian partikel kah, lah, dan pun secara konsisten.
  • Pemakaian preposisi yang tepat.
  • Pemakaian bentuk ulang yang tepat menurut fungsi dan tempatnya.
  • Pemakaian unsur-unsur leksikal berikut berbeda dari unsur-unsur yang menandai bahasa Indonesia baku.
  • Pemakaian ejaan resmi yang sedang berlaku (EYD).
  • Pemakaian peristilahan resmi.
  • Pemakaian kaidah yang baku

Ragam bahasa menurut jenis pemakaiannya :
- Lisan : dengan intonasi yaitu  tekanan, nada, tempo suara, dan perhentian.
.-Tulisan : dipengaruhi oleh bentuk, pola kalimat, dan tanda baca.
Ragam bahasa baku 

Ciri – ciri ragam bahasa baku :
Bahasa Indonesia baku adalah ragam bahasa yang dipergunakan dalam:
Ciri struktur bahasa Indonesia baku adalah sebagai berikut.
Pemakaian kaidah yang baku

Ragam Bahasa Tulis dan Bahasa Lisan

Ada dua perbedaan yang mencolok mata yang dapat diamati antara ragam bahas tulis dengan ragam bahasa lisan, yaitu :
a. Dari segi suasana peristiwa
Jika menggunakan bahasa tulisan tentu saja orang yang diajak berbahasa tidak ada dihadapan kita. Olehnya itu, bahasa yang digunakan perlu lebih jelas. Fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat, objek, dan hubungan antara setiap fungsi itu harus nyata dan erat. Sedangkan dalam bahasa lisan, karena pembicara berhadapan langsung dengan pendengar, unsur (subjek-predikat-objek) kadangkala dapat diabaikan.
b. Dari segi intonasi
Yang membedakan bahasa lisan dan tulisan adalah berkaitan dengan intonasi (panjang-pendek suara/tempo, tinggi-rendah suara/nada, keras-lembut suara/tekanan) yang sulit dilambangkan dalam ejaan dan tanda baca, serta tata tulis yang dimiliki.
Goeller (1980) mengemukakan bahwa ada tiga krakteristik bahasa tulisan yaitu acuracy, brevety, claryty (ABC).
Acuracy (akurat) adalah segala informasi atau gagasan yang dituliskan dapat memberi keyakinan bagi pembaca bahwa hal tersebut masuk akal atau logis.
Brevety (ringkas) yang berarti gagasan tertulis yang disampaikan bersifat singkat karena tidak menggunakan kata yang mubazir dan berulang, seluruh kata yang digunakan dalam kalimat ada fungsinya.

Claryty (jelas) adalah tulisan itu mudah dipahami, alur pikirannya mudah diikuti oleh pembaca. Tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca.

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Berbahasa Indonesia yang baik adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan tempat tempat terjadinya kontak berbahasa, sesuai dengan siapa lawan bicara, dan sesuai dengan topic pembicaraan. Bahasa Indonesia yang baik tidak selalu perlu beragam baku. Yang perlu diperhatikan dalam berbahasa Indonesia yang baik adalah pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa. Ada pun berbahasa Indonesia yang benar adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA

https://mochammadfandhika.wordpress.com/

Kamis, 23 Februari 2017

Hakikat Bahasa


Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan / perasaan dengan memakai tanda-tanda, bunyi-bunyi, gesture yang berkaitan dengan mimic atau tanda-tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami.

1)   Bahasa sebagai system

Maksudnya bahwa terdiri dari unsur-unsur atau komponen-komponen teratur dan menurut pola tertentu.
Contohnya : bersistematis yaitu tersusun oleh polanya.
a.    Saya = sistematis dan memiliki makna
       Yasa = tidak sistematis dan tidak memiliki makna
       Aasy = tidak sistematis dan tidak memiliki makna

2)   Bahasa sebagai lambang

Lambang-lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk bunyi, yang berupa satuan- satuan bahasa seperti kata / gabungan kata.
Contohnya : Bendera merah putih
a.    Merah = berani
       Putih  = suci

3)   Bahasa adalah bunyi

Sistem bahasa itu berupa lambang yang diwujudkan berupa bunyi. Yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa / termasuk lambang bahasa adalah bunyi yang bukan dihasilkan alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa.
Contohnya : Bunyi teriakan, bersin, batuk, dan  lain-lain.

4)   Bahasa itu bermakna

Telah dibicarakan tadi bahwa bahasa itu adalah system lambang , oleh karena itu lambang-lambang itu mengacu pada suatu konsep , ide, atau pikiran, maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.
Contohnya : kuda = berkaki empat binatang peliharaan sebagai alat transportasi.

5)   Bahasa itu arbitrer

Arbitrer adalah sembarang, sewenang-wenang, maka suka, berubah-ubah. Maksudnya adalah tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut misalnya kita tidak bisa menjelaskan hubungan antara lambang bunyi (air) dengan benda yang dilambangkan  yaitu benda cair yang diapakai.
Contohnya : kuda yang disebut oleh orang

6)   Bahasa itu konvensional

Telah kita bahas sebelumnya bahwa hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkan bersifat, arbitrer, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional.
Contohnya: Semua masyarakat jawa menyebut pesawat dengan sebutan kapal terbang.

7)   Bahasa itu bersifat produktif

Maksudnya adalah walaupun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dpat dibuat satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tak terbatas, meski secara relattif, sesuai dengan yang berlaku pada basa itu.
Contoh; Galau,alay lebay

8)   Bahasa itu unik

Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh orang lain. Artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas tertentu yang tidak dimiliki bahasa lain.
Contoh; Bahasa banjar berbeda dengan bahasa jawa.

9)   Bahasa itu universal

 Artinya ada ciri yang sama dimiliki oleh setiap bahasa di dunia. Karena bahasa itu berupa ujaran, maka ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahsa yang mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vocal dan konsonan.
Contoh; I love you dengan aishiteru

10) Bahasa itu dinamis

Karena keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupan bermasyrakat kegiatan itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa itu juga ikut berbah, menjadi tidak tetap , menjadi tidak statis. Karena itulah bahasa itu disebut dinamis.
Contoh; download dan upload berubah menjadi unduh dan unggah

11)  Bahasa itu bervariasi

Anggota suatu masyrakat beraneka ragam , ada yang berpendidikan ada yang juga yang tidak, ada yang berpropesi sebagai dokter, petani,nelayan, dan sebagainya. Oleh karena latar belakang dan lingkungan yang tidak sama maka bahasa yang mereka gunakan bervariasi atau beragam.
Contoh; pedagang sate Madura dengan pedagang sate banjar menyebutkan kata satenya berbeda. Pedagang Madura ( Te-Satte), sedangkan pedagang Banjar ( Sate ).

12)  Bahasa itu manusiawi

Maksudnya adalah bahwa alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik  manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.
Contohnya : hanya di miliki oleh manusia.







Daftar Pustaka

wacanalingustik.blogspot.com,