Jumat, 24 Februari 2017

FUNGSI DAN RAGAM BAHASA

Fungsi dan Ragam Bahasa

Hakikat dan fungsi bahasa Indonesia

Bahasa adalah sarana komunikasi mencakup aspek bunyi dan makna.
Sifat – sifat bahasa :
a)       Sistematik karena bahasa memiliki pola dan kaidah yang harus ditaati agar dapat dipahami oleh pemakainya
b)       Mana suka karena unsur-unsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar
c)       Ujar , karena bentuk dasar bahasa
d)       Manusiawi, karena dimanfaatkan manusia.

Fungsi bahasa :
a)       Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal-balik antar anggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat.
b)       Fungsi ekspresi diri, yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan,emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembaca.
c)       Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika masyarakatnya.
d)       Fungsi kontrol sosial. Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi :
a)       Fungsi instrumental, yakni bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
b)       Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain
c)       Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
d)       Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
e)       Fungsi heuristik, yakni bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
f)        Fungsi imajinatif, yakni bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
g)       Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan  informasi


Fungsi bahasa Indonesia :
a)       Bahasa resmi kenegaraan
b)       Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c)       Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan   pelaksanaan pembangunan nasional serta  kepentingan pemerintah
d)       Alat pengembangan kebudayaan

Fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa baku :
a)       Fungsi Pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
b)       Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
c)       Fungsi penambah kewibawaan, penggunaan bahasa baku akan menambah kewibawaan atau prestise.
d)       Fungsi sebagai kerangka acuan, mengandung maksud bahwa bahasa baku merupakan kerangka acuan pemakaian bahasa

Ragam Bahasa Indonesia
Manusia adalah makhluk social yang saling berinteraksi dalam masyarakat menggunakan bahasa, dan dalam masyarakat tersebut terdapat bermacam – macam bahasa yang disebutRagam Bahasa. Indonesia merupakan Negara  yang terdiri atas beribu-ribu pulau, yang dihuni
oleh ratusan suku bangsa dengan pola kebudayaan sendiri-sendiri, pasti melahirkan berbagai ragam bahasa yang bermacam-macam dan ini disebut Ragam Bahasa Indonesia.

Ragam bahasa menurut sudut pandang penutur :

  • Ragam daerah
  • Ragam pendidikan
  • Ragam bahasa menurut sikap penutur
  • Ragam dari sudut pandangan bidang atau pokok persoalan
  • Ragam menurut sarananya :
  • Ragam yang mengalami gangguan pencampuran
  • Kemantapan dinamis, memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes.
  • Kecendekiaan, sanggup mengungkap proses pemikiran yang rumit diberbagai ilmu dan tekhnologi
  • Keseragaman kaidah adalah keseragaman aturan atau norma
  • Komunikasi resmi, yakni surat-menyurat resmi, pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, penamaan dan peristilahan resmi, perundang-undangan, dan sebagainya.
  • Wacana teknis, yakni dalam laporan resmi dan karangan ilmiah.
  • Pembicaraan di depan umum yakni dalam ceramah, kuliah, khotbah
  • Pembicaraan dengan orang yang dihormati yakni orang yang lebih tua, lebih tinggi status sosialnya dan orang yang baru dikenal.
  • Pemakaian awalan me- dan ber- (bila ada) secara eksplisit dan konsisten.
  • Pemakaian fungsi gramatikal (subyek, predikat, dan sebagainya secara konsisten)
  • Pemakaian konstruksi sintesis (lawan analitis).
  • Pemakaian partikel kah, lah, dan pun secara konsisten.
  • Pemakaian preposisi yang tepat.
  • Pemakaian bentuk ulang yang tepat menurut fungsi dan tempatnya.
  • Pemakaian unsur-unsur leksikal berikut berbeda dari unsur-unsur yang menandai bahasa Indonesia baku.
  • Pemakaian ejaan resmi yang sedang berlaku (EYD).
  • Pemakaian peristilahan resmi.
  • Pemakaian kaidah yang baku

Ragam bahasa menurut jenis pemakaiannya :
- Lisan : dengan intonasi yaitu  tekanan, nada, tempo suara, dan perhentian.
.-Tulisan : dipengaruhi oleh bentuk, pola kalimat, dan tanda baca.
Ragam bahasa baku 

Ciri – ciri ragam bahasa baku :
Bahasa Indonesia baku adalah ragam bahasa yang dipergunakan dalam:
Ciri struktur bahasa Indonesia baku adalah sebagai berikut.
Pemakaian kaidah yang baku

Ragam Bahasa Tulis dan Bahasa Lisan

Ada dua perbedaan yang mencolok mata yang dapat diamati antara ragam bahas tulis dengan ragam bahasa lisan, yaitu :
a. Dari segi suasana peristiwa
Jika menggunakan bahasa tulisan tentu saja orang yang diajak berbahasa tidak ada dihadapan kita. Olehnya itu, bahasa yang digunakan perlu lebih jelas. Fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat, objek, dan hubungan antara setiap fungsi itu harus nyata dan erat. Sedangkan dalam bahasa lisan, karena pembicara berhadapan langsung dengan pendengar, unsur (subjek-predikat-objek) kadangkala dapat diabaikan.
b. Dari segi intonasi
Yang membedakan bahasa lisan dan tulisan adalah berkaitan dengan intonasi (panjang-pendek suara/tempo, tinggi-rendah suara/nada, keras-lembut suara/tekanan) yang sulit dilambangkan dalam ejaan dan tanda baca, serta tata tulis yang dimiliki.
Goeller (1980) mengemukakan bahwa ada tiga krakteristik bahasa tulisan yaitu acuracy, brevety, claryty (ABC).
Acuracy (akurat) adalah segala informasi atau gagasan yang dituliskan dapat memberi keyakinan bagi pembaca bahwa hal tersebut masuk akal atau logis.
Brevety (ringkas) yang berarti gagasan tertulis yang disampaikan bersifat singkat karena tidak menggunakan kata yang mubazir dan berulang, seluruh kata yang digunakan dalam kalimat ada fungsinya.

Claryty (jelas) adalah tulisan itu mudah dipahami, alur pikirannya mudah diikuti oleh pembaca. Tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca.

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Berbahasa Indonesia yang baik adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan tempat tempat terjadinya kontak berbahasa, sesuai dengan siapa lawan bicara, dan sesuai dengan topic pembicaraan. Bahasa Indonesia yang baik tidak selalu perlu beragam baku. Yang perlu diperhatikan dalam berbahasa Indonesia yang baik adalah pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa. Ada pun berbahasa Indonesia yang benar adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA

https://mochammadfandhika.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar